Gibran Lebih Baik Diganti Puan Meski Tak Berbahaya Bagi Prabowo

Gibran Lebih Baik Diganti Puan Meski Tak Berbahaya Bagi Prabowo

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Gibran Lebih Baik Diganti Puan Meski Tak Berbahaya Bagi Prabowo

GELORA.CO -
Pakar hukum tata negara Refly Harun menilai Gibran Rakabuming Raka lebih baik diganti dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani sebagai Wakil Presiden (Wapres) meskipun tidak berbahaya bagi Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Pasalnya dengan Gibran tetap menjabat sebagai Wapres, pemerintahan Prabowo Subianto ke depan akan tidak efektif karena penolakan terhadap putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tidak akan berhenti.

"Gibran juga tidak berbahaya, cuman masalahnya Gibran menjadi liability bagi pemerintahan Prabowo nantinya karena penolakan terhadap Gibran akan senantiasa terus-menerus terjadi dan itu tidak efektif, tidak baik bagi pemerintahan Prabowo ke depan, so Prabowo-Puan Maharani," ungkapnya, dikutip dari YouTube Refly Harun, Rabu (11/9).

Sementara sebelumnya, pegiat media sosial Alifurrahman menilai Presiden terpilih Prabowo Subianto menginginkan Ketua DPR RI Puan Maharani yang menjadi Wakil Presiden (Wapres) bukan Gibran Rakabuming Raka yang kini menempati posisi tersebut.

Hal tersebut berdasarkan prediksinya dari isi percakapan Prabowo Subianto, Puan Maharani, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/9/2024).

"Tapi dari tawa Puan Maharani saya memprediksi bahwa Prabowo ini nampaknya bicara dengan Pramono dengan Mbak Puan 'terus maunya gimana' terus jawaban Prabowo 'ya maunya sih wakil presiden' maksudnya maunya ya Puan aja yang jadi Wakil Presiden bukan Gibran," ucapnya.

"Gak ngerti deh apa yang sedang mereka bicarakan, tapi terdengar jelas sekali 'maunya sih jadi wakil presiden' dan itu nampaknya ditujukan kepada Puan Maharani," imbuhnya, dikutip dari SEWORD TV, Jumat (6/9).

Melansir dari Detik, terlihat momen Presiden terpilih Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengobrol hingga tertawa bersama di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/9/2024).

Momen tersebut terjadi setelah pertemuan pemimpin umat Katolik sekaligus kepala negara Vatikan Paus Fransiskus dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejumlah tamu undangan tampak bersalaman seusai kegiatan.

Lalu terlihat momen Prabowo berbincang dengan Puan, awalnya hanya berdua, kemudian Ketua DPP PDIP itu tampak mengajak Pramono ikut bergabung.

Dalam perbincangan tersebut, Prabowo berkelakar kepada Puan soal keinginannya menjadi wakil presiden.

Sumber: wartaekonomi
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita