6 Rampok Bercadar, Bersenjata Api dan Bercelurit Satroni Markas Damkar Godean

6 Rampok Bercadar, Bersenjata Api dan Bercelurit Satroni Markas Damkar Godean

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Perampokan mencekam terjadi di Pos Damkar Godean, Jumat (13/9/2024) dinihari.

Pukul 02.18 WIB, 6 perampok bercadar melancarkan aksi mereka bahkan menyekap Komandan Regu, Triyono.


Triyono, yang seorang diri tak bisa melawan, karena kawanan perampok membawa senjata api dan celurit.


Triyono yang mulutnya dilakban, oleh pelaku diseret ke pojok ruangan, pakaian dilucuti dan dihujani pukulan.

Setelah menganiaya Triyono, kawanan perampok kabur membawa handphone, tas kerja berisi dompet, uang dan surat-surat penting.

Kasus perampokan disertai penganiayaan di markas Damkar Godean ini dalam penanganan pihak Kepolisian.

 

Kronologi Perampokan Bercadar di Pos Damkar Godean

Jam menunjukkan pukul 02.18 WIB, ketika Mako Induk Pos Damkar Sleman mendapat laporan kedaruratan dari seorang wanita bernama Ria.

Ria menelepon Damkar meminta tolong karena ada ular kobra masuk ke dalam rumah di Jomboran, Kalurahan Sendangagung, Minggir.


Kondisi Kedaruratan itu, lalu diteruskan ke pos damkar Godean, karena wilayah Minggir lokasinya lebih dekat dari Godean.


Di Pos Damkar Godean, pada Jumat (13/9/2024) dinihari itu, ada 4 orang yang sedang piket jaga, yaitu Triyono, Burhan, Dedi Wahyu dan Rizky Oktan.

Begitu menerima laporan kedaruratan dari Mako Induk, tiga orang yaitu Burhan, Dedi Wahyu dan Rizky Oktan diberangkatkan dari markas Godean menuju lokasi kejadian.

Tiga petugas berangkat menuju lokasi menggunakan mobil tangki pukul 02.35 WIB.

Sedangkan Triyono, selaku Komandan regu tetap berjaga di markas.

Lima menit berselang, enam orang bercadar tiba-tiba menyatroni markas Damkar.

Triyono, yang seorang diri tak bisa melawan, karena kawanan perampok membawa senjata api dan celurit.


Triyono yang mulutnya dilakban, oleh pelaku diseret ke pojok ruangan, pakaian dilucuti dan dihujani pukulan.

"Keterangan dari Pak Triyono, dugaan pelakunya ada enam orang," kata Burhan, petugas damkar yang malam itu piket menemani Triyono.

Saat kejadian perampokan, Burhan, Dedi dan Rizky sedang perjalanan menuju lokasi permintaan evakuasi ular di Jomboran, Sendangagung, Minggir.

 

Laporan Aneh

Malam itu, menurut Burhan, ada yang aneh dari laporan kedaruratan, yang belakangan diketahui fiktif, karena di dekat lokasi kejadian sepi.

Bahkan, begitu hampir sampai di titik yang disharelock, Burhan tiba-tiba mendapat telepon dari Mako Induk Damkar Sleman jika pelapor telah menyampaikan jika ular sudah terkondisi oleh warga yang sedang ronda.

Burhan mengaku sedikit aneh dengan pelapor kedaruratan itu.

Karena di lokasi kejadian, malam itu Ia mendapati kondisinya sepi, tidak tampak ada keramaian warga yang sedang ronda.


Nomor handphone pelapor yang meminta pertolongan juga mendadak tidak bisa dihubungi.


Burhan dan kedua temannya, kemudian kembali ke Mako Godean.

Sesampainya di markas Godean, Burhan mendapati Triyono bertelanjang dada, bagian leher terkalung lakban dan beberapa tubuhnya luka lebam.

Saat itulah dia mendapatkan cerita dari Triyono jika markas telah disatroni rampok.

"Dari keterangan sementara Pak Triyono, pelaku membawa senpi sama celurit. Senpi ditodongkan di bagian sini (belakang telinga) terus," katanya.

 

Kata Polisi

Panit Reskrim Polsek Godean, Ipda Sumantri menyampaikan, begitu mendapat laporan, pada dinihari pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan, korban sempat dianiaya dan dibekap mulutnya.


"Saat anggota polisi sampai TKP. Korban terlihat ada kalungan lakban warna putih bening. Menurut keterangan korban, korban ini sempat diplester mulutnya," kata Sumantri.

Korban juga dianiaya oleh para pelaku hingga menyebabkan korban mengalami luka memar di bagian tubuhnya.

Perkara ini masih dalam penyelidikan.

"Kami saat ini melakukan penyelidikan. Kami mencari petunjuk, rekaman CCTV ataupun saksi lain mungkin ada kaitannya dengan kejadian tersebut," ujar Sumantri.

 
Ditutup Sementara

Operasional markas Damkar Godean, Kabupaten Sleman sementara ditutup pasca disatroni oleh kawanan perampok bersenjata tajam.

Penutupan sementara dilakukan untuk kebutuhan pemeriksaan olah tempat kejadian Kepolisian.

"Ya (ditutup) sementara sambil menunggu pemeriksaan polisi," kata Kepala Satpol-PP, yang membawahi Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman , Shavitri Nurmala Dewi, Jumat.

Mobil pemadam kebakaran terlihat berada di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Kamis (24/11/2022) malam.
Ilustrasi Mobil pemadam kebakaran .

Evi, panggilan Shavitri mengungkapkan, selama penutupan tersebut, petugas berikut peralatan yang ada di Pos damkar Godean sementara digeser ke Mako Induk Damkar Sleman yang berada di komplek Pemerintahan Kabupaten Sleman .

Hal ini dilakukan untuk kebutuhan olah tempat kejadian perkara pihak Kepolisian.

Penutupan sampai kapan, menunggu dari selesainya pemeriksaan polisi.

"Semoga tidak lama. Soalnya ini weekend juga," kata dia.

Selama markas damkar Godean ditutup, kondisi Kedaruratan di Sleman tetap dilayani melalui Mako Induk damkar Sleman .

Sumber: Tribunnews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita