Ibas: Tahu Tempe Makanan Rakyat, Tolong Pemerintah Jawab Keresahannya

Ibas: Tahu Tempe Makanan Rakyat, Tolong Pemerintah Jawab Keresahannya

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Belum reda polemik harga minyak goreng mahal dan langka, kini masalah baru muncul, yakni mahalnya harga kedelai yang merupakan bahan baku utama tempe dan tahu.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas meminta pemerintah menjawab keresahan masyarakat terkait dua persoalan tersebut.

"Tahu tempe makanan rakyat; tolong pemerintah jawab keresahannya," ungkap Ibas dikutip dari akun Twitter@Edhie_Baskoro, Selasa (22/2/2022).


Ibas berharap pemerintah segara memberikan solusi sehingga harga kedelai kembali normal.

"Berikan solusi. Produsen tahu tempe mogok produksi, kenapa aksi ini terus meletup?," ujarnya.

Diketahui, harga kacang kedelai impor dalam beberapa pekan terakhir terus meroket. Bahkan, perajin tahu dan tempe mogok produksi mulai Senin hingga Rabu (23/2/2022) mendatang, karena sulit mendapat keuntungan di tengah tingginya harga kedelai dunia.

Dari yang semula hanya sekitar Rp8.000 per kilogram, kini harganya mencapai Rp11.240 per kilogram. Kondisi ini membuat para perajin tahu dan tempe menjerit karena sudah tak mampu lagi bertahan dan terancam gulung tikar.

Ketua Koperasi Produsen Tahu Tempe Jakarta Pusat Indonesia (Kopti), Khaerun, mengungkapkan alasan mengapa melakukan mogok produksi.

Dia mengatakan mogok dilakukan imbas meroketnya harga kacang kedelai. Harga kacang kedelai saat ini disebut mencapai Rp 1,2 juta per kuintal. Harga tersebut naik sekitar Rp 400.000 dari harga sebelumnya.

"Kan nggak mungkin kita jualan mahal-mahal, pelanggan pasti teriak," kata Khaerun, Senin (21/2/2022).

Sumber: akurat
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita