Jelang Pemberlakuan HET Minyak Goreng, Khofifah Minta Rantai Pasok Distribusi Dijaga

Jelang Pemberlakuan HET Minyak Goreng, Khofifah Minta Rantai Pasok Distribusi Dijaga

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara khusus meminta rantai pasok distribusi minyak goreng hulu-hilir berjalan lancar baik  di toko-toko retail maupun di pasar tradisional.

Jelang diberlakukan harga Rp 14.000 per liter, Khofifah meminta seluruh jajarannya memastikan ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau, menyiapkan regulasi serta mekanismenya, dan menyiapkan regulasi Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng per 1 Februari 2022.

Per 1 Februari produk minyak goreng dengan kemasan premium HET nya adalah Rp 14 ribu per liter, kemasan sederhana HETnya Rp 13.500 per liter sedangkan untuk minyak goreng curah HETnya dibandrol Rp 11 ribu per liter.

"Kita berharap distribusi dari hulu (pabrik) ke supplier lebih lancar sehingga sampai konsumen akhir juga lancar dengan harga sesuai HET.  Sehingga intervensi untuk meningkatkan daya beli masyarakat akan terus disinergikan," ungkap Khofifah saat meninjau Operasi Pasar Minyak Goreng Murah di Halaman Kantor UPT  PPD Bapenda Provinsi Jatim, Jalan Jaksa Agung Suprapto no 2 Kediri, Minggu (30/1).

Sebelumnya, Gubernur Khofifah telah meninjau secara langsung operasi pasar minyak goreng yang dilakukan di Kabupaten Sidoarjo (6/1) dan Kota Malang pada (21/1).

Pada operasi pasar minyak goreng di Kediri ini, Pemprov Jatim menyediakan minyak goreng kemasan sejumlah 2 ribu liter yang dibandrol harga 25ribu/ 2 liter. Masyarakat yang akan membeli tiap orangnya hanya diperbolehkan membeli maksimal 2 liter saja.

Khofifah menjelaskan, dalam proses penyesuaian harga untuk masyarakat ini, rantai pasok harus dipastikan dalam kondisi yang aman. Mulai dari pabrik ke supplier, supplier ke konsumen harus aman stoknya dengan harga sesuai ketentuan.

"Supply chainnya harus aman. Rantai pasok harus dipastikan aman. Harga terkawal sampai konsumen akhir," tegasnya.

Khofifah  menambahkan, terkait adanya perbedaan harga minyak utamanya di toko retail dengan toko kelontong atau penjual di pasar tradisional.

Dimana, kenaikan harga dipengaruhi kenaikan harga CPO dunia. Sehingga seluruh harga minyak goreng mengalami kenaikan. Memang awal pemberlakuan satu harga hanya untuk  pasar retail modern  yang dalam kordinasi APRINDO. Sementara pasar tradisional diberi kesempatan waktu menyesuaikan.

"Kita saat ini sudah terus melakukan intervensi sesuai kebijakan Pemerintah Pusat yakni Satu Harga Minyak Goreng sebesar  Rp. 14ribu rupiah. Tetapi mulai 1 Februari akan diberlakukan HET minyak goreng sesuai ketentuan yaitu kemasan premium 14.000/liter, kemasan sederhana 13.500/ liter dan curah 11.000/liter," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, dalam pelaksanaan intervensi guna menstabilkan serta meningkatkan daya beli masyarakat, format door to door untuk menggelar operasi minyak bisa dijadikan contoh oleh elemen-elemen lainnya agar daya beli masyarakat tetap terjangkau.

"Selain memang kebijakan satu harga di semua merek, dan besok lusa tanggal 1 Februari  berlaku aturan HET kita akan tetap lakukan monitoring di lapangan. Tentu juga kita lakukan monitoring  harga yang di titik akhir konsumen sesuai HET," tukasnya.[rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita