GELORA.CO - Protes anti-rasisme di Philadelphia memicu kekhawatiran, atau bahkan ketakutan, dari banyak pihak. Pasalnya, protes damai yang dilakukan dengan arak-arakan dari Museum Seni Philadelphia ke Balai Kota tersebut diikuti oleh ribuan demonstran.
Melalui video yang diambil menggunakan drone, terlihat ribuan orang berkerumun tanpa mengindahkan aturan jarak sosial pada Sabtu (6/6).
"Kerumunan di Philly tak terduga. Aku bahkan tidak bisa menebak. Luar biasa," ujar seorang wartawan, Bradford Pearson, dalam akun Twitter-nya.
Namun, sebuah akun bernama Rick G. Rosner membalas cuitan tersebut dengan kekhawatiran.
"Semoga sebagian besar mereka memakai masker. Perasaan campur aduk. Wabah Flu Spanyol terbesar dulu disebabkan oleh parade besar di Philadelphia," cuitnya.
Sementara itu, dalam sebuah artikel bertajuk "Philadelphia Threw a WWI Parade That Gave Thousands of Onlookers the Flu", dijelaskan bagaimana wabah flu Spanyol menjadi besar di Philadelphia karena dipicu oleh parade Perang Dunia I.
Artikel tersebut dirilis pada 21 September 2018 oleh Smithsonian Magazine.
Pada 28 September 1918, di tengah anaman wabah flu Spanyol, sebuah parade bernama Fourth Liberty Loan Drive dilaksanakan dengan sekitar 200 ribu orang turun ke jalan-jalan.
Hanya butuh waktu dua hari hingga dampak parade tersebut mulai dirasakan. Direktur Kesehatan Masyarakat kota, Wilmer Krusen, mengeluarkan pernyataan suram.
"Epidemi ini sekarang ada pada populasi sipil dan mengasumsikan jenis yang ditemukan di stasiun angkatan laut dan kanton (kamp militer)," ujarnya.
Setelah itu, sekitar 72 jam usai parade, setiap tempat tidur di 31 rumah sakit di Philadelphia terisi.
Pada 5 Oktober 1918, sekitar 2.600 orang di Philadelphia dilaporkan meninggal dunia karena flu. Sepekan kemudian, angka bertambah menjadi 4.500. (*)