Ikuti kami di Google Berita
GELORA.CO - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kapolri justru membuat kasus penyerangan air keras ke penyidik KPK, Novel Baswedan, tahun 2017 semakin rumit.
Buktinya adalah hasil investigasi TGPF yang cuma menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk ditindaklanjuti tim teknis kepolisian.
"Soal Novel, dari awal dibikin rumit prosedurnya. Rakyat dibuat jengkel. Tim buat tim, nanti timnya buat tim lagi. Itu kedunguan dalam upaya membongkar konspirasi," kata Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, Rocky Gerung, di sela acara diskusi publik bertajuk "Upaya Mempertahankan Independensi KPK" di Gedung Penunjang KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7).
Rocky menjelaskan, pengungkapan kasus Novel semakin rumit karena dari awal terjadi unsur kesengajaan agar pelaku dan dalangnya tidak terungkap. Dalam hal ini, kepolisian RI terlibat.
"Coba anda bayangkan, kalau ada TPF dalam kasus Novel itu artinya ada variabel non kriminal masuk dalam kasus Novel," terang Rocky.
Lanjut Rocky, Presiden Jokowi tidak serius mendorong pengungkapan kasus Novel. Presiden terkesan lepas tangan karena memperpanjang waktu pengungkapan kasus Novel.
"Tadinya anggap Presiden serius, dia kasih waktu 3 bulan. Ternyata enggak begitu. Proposal dari TPF meminta agar dibentuk tim teknis, kemudian hasil dari tim teknis diberikan lagi ke Presiden, presiden akan evaluasi. Bisa dilanjutkan enggak TPF?" kritik Rocky. [md]