GELORA.CO - Jurkamnas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Eggi Sudjana, mengaku optimistis sang paslon menang pada Pilpres 2019.
Sejumlah tanda-tanda kemenangan kata Eggi, sudah terlihat jelas dalam beberapa waktu kebelakang.
"Indikator pertama, kalau 2014 Prabowo kalah 8 juta suara, itu sudah ketutup. Dengan kondisi objektif adanya peristiwa 212. Reuni kemarin 2018, lebih dari 13 juta orang. Artinya, asumsinya, kalau itu pendukung Prabowo semua, 8 juta yang kemarin kalah ya ketutup. Belum lagi kelipatannya, anak-istrinya bisa dikondisikan," kata Eggi Sudjana kepada wartawan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (1/4/2019).
Yang kedua lanjut Eggi, tak kalah penting adalah dukungan ulama kepada Prabowo-Sandi yang terus menguat jelang hari pemilihan.
"Antiknya, Jokowi memakai ulama, tapi tidak didukung ulama. Justru Prabowo yang nggak bawa-bawa ulama didukung ulama. Manggil-nya Sandi, Sandi kan bukan ulama, Sandi kan pengusaha. Jadi fenomena ulama ini, menurut penelitian, memiliki nilai strategis 53 persen suaranya didengar rakyat ini. Kalau 53 persen bangsa ini mendengarkan ulama, ya menanglah," jelasnya.
Atas dukungan para ulama itu, Eggi yakin banyak warga yang akan memilih Prabowo-Sandiaga. Apalagi seruan ulama sangat didengar oleh rakyat.
"(Contohnya) ketika di Jakarta pergantian tahun 2018-2019 kemarin, Jalan Tamrin-Sudirman, nggak tahu Surabaya ramai atau tidak. Itu fakta, karena ulama perintahkan, terutama Habib Rizieq kan, sepikan untuk tahun baru. Sekarang Habib Rizieq sudah perintah. Tenggelamkan partai-partai pendukung penista agama. Iya kan, Habib Rizieq sudah ngomong begitu, jadi partai mana yang didukung PAN, PKS, PBB... eh PBB udah nggak, nyebrang ke sono, he-hehe..., Berkarya, Demokrat, dan Gerindra, itu yang didukung, insyaAllah kita lihat buktinya pada 17 April suara partai-partai ini meningkat," tutur Eggi.
"Sementara suara partai-partai sana tenggelam. Atau jadi partai parnoko, partai nol koma. Nanti banyak partai nol koma," imbuh dia.
Selain itu, indikator kemenangan Prabowo-Sandi yang keempat, menurut Eggi, adalah animo masyarakat yang datang ke kampanye paslon nomor urut 02 itu. Ditambah lagi, banyaknya fenomena warga memberikan sumbangan untuk dana kampanye Prabowo-Sandi.
"Yang terakhir, fenomena dari pengunjung yang datang ke kampanye, seperti di Sidoarjo, Palembang, NTB, Sorong, saya semuanya ikut, dahsyat yang hadir, bahkan nyumbang uang. Bayangkan itu, kalau dulu-dulu rakyat yang minta duit, sekarang rakyat yang ngasih. Jadi malah Prabowo-Sandi kaya pengemis, buka topinya. Itu artinya murni luar biasa. Animo masyarakat besar sekali. Nunggu dari pagi sampai sore, kalau kelompok sana kan nunggu dua jam terlambat, ya udah, bubar. Ada lagi alam ikut campur, ada tendanya roboh, tanda-tanda alam tidak bersahabat. Indikator objektif itu insyaallah Prabowo-Sandi menang," tandasnya. [IN]