GELORA.CO - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak boleh tinggal diam dalam melihat peredaran brosur-brosur berisi fitnah. Salah satunya brosur fitnah berjudul “Kenali Calon Pemimpinmu, Rekam Jejak Capres 2019” yang beredar di sejumlah minimarket.
Begitu kata Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional Indonesia Muda, Hilman Firmansyah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/3).
“Brosur ini berisi dua profil capres yang berkompetisi pada pilpres 2019. Sayangnya, isinya tidak adil,” katanya.
Dijelaskan Hilman, brosur ini lebih condong memihak pasangan Joko Widodo-Maruf Amin. Sebab, semua informasi terkait pasangan 01 berisi semua informasi positif. Sedang informasi ke pasangan calon 02, lebih berisi fitnah yang tidak sesuai fakta.
Fitnah itu di antaranya dialamatkan kepada Prabowo Subianto. Seperti tudingan bahwa Prabowo tidak bisa jadi imam salat, jarang salat Jumat dan menolak tantangan dai Aceh untuk tes baca Alquran.
“Faktanya, Prabowo memahami bahwa imam salat disunnahkan untuk orang yang lebih paham agama dan memiliki hafalan lebih banyak. Prabowo kerap shalat Jumat di Masjid Az Zikra, namun enggan dipublilasikan,” terang pendukung Prabowo tersebut.
“Soal wacana tes baca Al-Qur'an ditolak oleh TKN dan BPN, bukan oleh Prabowo,” sambung Hilman.
Dalam brosur itu, Prabowo juga difitnah dekat dengan tokoh Islam radikal dan ISIS yang tidak cinta tanah air.
“Faktanya, tidak ada tokoh Islam radikal di kubu Prabowo. Prabowo seorang jenderal yang tidak diragukan kecintaannya kepada Tanah Air,” sambungnya.
Atas alasan itu, Relawan Indonesia Muda berencana melakukan sidak ke berbagai minimarket untuk mengambil dan memusnahkan brosur tersebut.
“Demi lancar dan damainya Pilpres 2019,” pungkasnya. [rm]