Jaksa KPK Mendakwa Pengacara PT ADI Suap Panitera PN Jaksel

Jaksa KPK Mendakwa Pengacara PT ADI Suap Panitera PN Jaksel

Gelora News
facebook twitter whatsapp

www.gelora.co - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa pengacara PT ADI (Aquamarine Divine Inspection) Akhmad Zaini menyuap Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Tarmizi.

Menurut jaksa, suap yang diberikan ‎Akhmad kepada Tarmizi diduga untuk mempengaruhi atau menolak perkara gugatan perdata oleh PT Eastern Jason Fabrication Service (PT EJFS) Pte Ltd terhadap PT Aqumarine Divine Inspection.

“Terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan, yaitu memberi atau menjanjikan uang sebesar Rp425 juta kepada Tarmizi selaku panitera pengganti,” ujar JPU KPK Kresno Anto Wibowo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (9/11).

Dalam persidangan perdata yang bergulir di PN Jaksel tersebut, PT EJPF mengalami kerugian dan menuntut PT ADI untuk membayar ganti rugi sebesar USD 7,6 juta dan 131.000 Dollar Singapura.

Hanya saja, terendus adanya dugaan pemufakatan jahat antara panitera pengganti Tarmizi dengan pihak PT ADI agar Hakim PN Jaksel menolak gugatan perkara wanprestasi PT EJFS saat berhadapan di meja hijau.

“Uang itu agar Tarmizi mempengaruhi hakim yang menyidangkan perkara perdata, agar menolak gugatan Eastern Jason,” papar jaksa Kresno.

Adapun uang dugaan suap sebesar Rp‎425 juta yang akan diberikan Akhmad Zaini untuk mempengaruhi gugatan perkara tersebut bersumber dari Direktur Utama (Dirut) PT ADI, Yunus Nafik.

Atas perbuatannya, Akhmad didakwa melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.[akt]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita